Perwira Marinir Indonesia Terima Humanity Awards In Thailand 2022
TNI AL Dispen Kormar: Perwira Korps Marinir Indonesia menerima Humanity Awards In Thailand 2022 Letkol Marinir Arief Rahman Hakim dan Letkol Laut (P) Ario Sasongko di Kantarat Convention Hall (Royal Thai Air Force) 20 Desember 2022, yang telah tergabung dalam Misi PBB membantu masyarakat di Nepal dan DRC (Democratic Republic Congo) Afrika.
Penganugerahan Humanity Awards In Thailand 2022 diikuti oleh 13 Negara USA, USSR, Malaysia, Philippines, Vietnam, Cambodia, UK, Germany, India, Bangladesh, Pakistan, Argentina dan Indonesia.
Letkol Marinir Arief Rahman Hakim dan Letkol Laut (P) Ario Sasongko menerima Humanity Awards In Thailand 2022 atas kiprahnya dari pengalaman dalam misi kemanusiaan yang tergabung dalam Misi PBB membantu masyarakat di Nepal dan Congo Afrika dan pengalaman itu sudah diberikan dalam pelatihan calon Peace Keepers PBB dari Asia dan Australia yang mau berangkat ke area misi.
Letkol Marinir Arief Rahman Hakim berpengalaman sebagai Konseptor dan Penasehat serta Instruktur Pelatihan UN
1. The Arms Monitoring Team Which is Part of the United Mission 2012 di Nepal.
2. Peace and Humanatarian Missions 2012 (Milobs and Munosco) di Afrika.
3. United Nations Senior Mission Leaders Course 2012 Canada.
4. Peacekeeping Mission Center (PMPP TNI) 2013-2018.
5. United Nations Military Observer Course and Garuda Kookabaru Exercise 2013 Auatralia.
6. United Nations Military Experts Course and the Araya- Garuda Exercise 2017 Tahiland.
7. Engage in Education and Training for UN Peacekeepers.
8. Peacekeeping With Asean and Australia 2017.
9. Hostile Environment Awareness Training (HEAT). 2017 di Eropa.
10. Peacekeeping Center in the Asian staffex workshop 2018 di Malaysia
11. Advisor, Trainer dan Instructor di Komunitas UNPKFC
12. Anggota SPIA (Soldiers of Peace International Association).
13. Veteran PBB yang mendukung untuk pengembangan UNKPFC di seluruh Dunia
Sedangkan Letkol Laut (P) Ario Sasongko adalah Akademisi dan ahli di bidang UN CIMIC. Aktif dalam bidang Pendidikan dan Bakti dalam kemanusiaan. Akademisi pendukung terbentuk cabang UNPKFC di Indonesia.
Bahwa penganugerahan medali PBB merupakan suatu penghormatan yang sangat tinggi dan merupakan kebanggaan bagi yang menerimanya, tidak semua orang bisa mendapatkan medali PBB tersebut, karena hanya orang yang berkesempatan bertugas dalam misi perdamaian sekurang-kurangnya enam bulanlah yang berhak menerima medali tersebut.
Apabila negara atau badan organisasi yang dibantu akan memberikan suatu penghargaan atas jasa yang telah diberikan, yang merupakan wujud terima kasih, demikian juga halnya dengan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) suatu badan organisasi tertinggi di dunia memberikan wujud penghargaannya kepada setiap personel yang telah membantu atau pun bekerja di suatu misi/tugas PBB, dengan memberikan wujud penghargaannya berupa medali.
Medali MONUC telah dibuat dan ditetapkan pada tanggal 2 Mei 2000, Pita yang ada terdapat 2 (dua) garis-garis luar berwarna biru, melambangkan kehadiran PBB di Negara Republik Demokratik Kongo, di dalamnya terdapat dua bagian, yang terdapat dua garis kecil berwarna kuning, yang melambangkan suatu awal dari perdamaian dan harapan masa depan yang cemerlang, untuk warna biru gelap yang berada di tengah-tengah warna kuning melambangkan sungai Kongo, yang mengartikan bahwa Negara ini dilewati sungai besar yang bernama sungai Kongo.
