Komandan Pasmar 2 Hadiri Upacara Pembaretan Bintara Remaja XLI/2 dan Tamtama Remaja XL/2
TNI AL, Dispen Kormar (Malang). Komandan Pasmar 2 Brigjen TNI (Mar) Suherlan menghadiri upacara pembaretan Prajurit Bintara Remaja Angkatan XL/2 dan Tamtama Remaja Angkatan XL/2 Korps Marinir TNI AL di Pantai Baruna, Dusun Sumber Pucung, Desa Tulungrejo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (25/11/2022).
Upacara pembaretan 199 Bintara Remaja d?an 300 Tamtama Remaja Korps Marinir TNI AL TA. 2022 dipimpin oleh Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto. Pada kesempatan ini Mantan Dankormar Letjen TNI (Mar) Purn. R.M Trusono dan Mayjen TNI (Mar) Djunaedi Zahri ikut serta memakaikan Baret Ungu kepada para Bintara dan Tamtama Remaja Korps Marinir TNI AL.
Dalam amanatnya, Dankormar mengucapkan s?e?l?a?m?a?t? bergabung Prajurit muda baret ungu di jajaran Korps Marinir TNI Angkatan Laut.
Lebih lanjut dikatakan, Upacara Pembaretan merupakan acara tradisi, pembinaan mental menumbuhkan rasa cinta Korps, baret ini bukan hanya sebuah simbol, tapi mempunyai makna yang lebih mendalam maka dari itu saya harapkan kalian dapat menjaga sikap, tingkah laku dan perbuatan kalian kedepannya sebagai Prajurit Marinir.
Pada hakekatnya Marinir adalah pasukan pendarat pada suatu operasi amfibi, pasukan tempur matra laut yang di proyeksikan dari laut ke darat untuk menghancurkan musuh-musuhnya, hal tersebut bukanlah suatu hal yang mudah, dibutuhkan prajurit-prajurit yang profesional, militan dan pantang menyerah.
Korps Marinir tidak hanya sekedar mewarnai, tetapi telah menciptakan lukisan tinta emas tersendiri pada lembar sejarah perjalanan bangsa Indonesia, selalu menjadi pilihan disaat negara dan bangsa ini membutuhkan. Prajurit Baret Ungu adalah ksatria Jalasena yang memiliki karakter tersendiri. tidak pernah menonjolkan ego dan senantiasa menjunjung tinggi kehormatan sebagai prajurit matra laut yang menjadi pembeda dalam setiap laga.
Korps Marinir sejatinya adalah pasukan pendarat, kita dituntut untuk mampu bertempur dan nyawa sebagai taruhannya, Saya dituntut untuk menempa kalian menjadi prajurit yang militan dan tidak cengeng, kita dituntut untuk dapat mempertahankan kedaulatan NKRI, siapkan dirimu untuk menjadi prajurit yang militan dan profesional, jadilah kalian sebagai Prajurit-prajurit yang tangguh”,kata Dankormar diakhir amanat.
